Pada suatu hari Frogkenyong & Alegro sedang bermain Jungkat jungkit, “hei Frogkenyong mau ikut aku main lumpur nggak?” tanya Alegro “nggak ah lumpur itu kotor tau” kata Frogkenyong “ya udah aku mau main sama si Mimin” kata alegro. Saat Frogkenyong melihat alegro bermain lumpur  dengan mimin Frogkenyong berkata di dalam hatinya “kayaknya asik, eh adzan maghirb pulang-pulang”

    Esoknya Frogkenyong pergi ke sekolah, sampai di sana teman Frogkenyong memanggil Frogkenyong “Frogkenyong kamu temannya si Alegro itu ya” “iya, emang kenapa” jawab Frogkenyong ” kamu nggak tahu kalau dia itu suka main lumpur udah gitu nggak sekolah” “biarin aja yang pentingkan nggak dimakan” kata Frogkenyong “Pernah tau, waktu itu aku lihat dia makan lumpur. “nggak mungkin.

   “Tuh si alegro” kata temen Frogkenyong Ternyata benar si alegro pernah makan lumpur. Si Frogkenyong menghampiri Alegro “Alegro kamu makan apa? aku boleh coba?” tanya Frogkenyong kebingungan “Boleh coba aja” kata si Alegro “nyum huuh! enak banget, boleh lagi nggak Alegro? “Boleh” Apaaa? kata teman teman Frogkenyng. “ada yang mau?” tanya Alegro “Akuuuu” semua anak di kelas Frogkenyog ingin mencobanya “hmmm wooww enak sekali dimana kamu memmbelinya? tanya teman teman “ayo ikut aku” kata Alegro.

    “beli beli.. es krim eskrim.. Bel.. aaaaa!” anak anak mengejar gerubak yang di dorong oleh om kera, “Sabar – sabar.. uangnya mana.. uangnya mana ” kata om kera “nama makanan ini apa om kera? kata teman teman Frogkenyong “ini es krim, makanan ini dari amerika sedap sekali lho” kata om kera “aku beli! Ternyata yang dimakan si Alegro itu bukan lumpur tapi es krim.

By : Kyra Singgih Palupi

Pada suatu hari, sekolah Frogkenyong mengadakan acara Kemping Bersama 4 dan 5 di hutan untuk minggu depan , karena Frogkenyong sudah kelas 4 ia bisa ikut acara yang diadakan sekolah. Pulang Sekolah ayah Frogkenyong kebingungan kenapa Frogkenyong gembira sekali, “Nak kenapa wajahmu gembira sekali?” tanya ayah kebingungan, “Minggu depan sekolah akan mengadakan acara kemping bersama untuk kelas 4-5, jadi besok aku harus mempersiapkannya” kata Frogkenyong “ok, besok siang ayah temani kamu membeli barang – barang yang kamu perlukan” kata ayah.

Keesokan harinya ayah dan Frogkenyong pergi ke pasar pocong dekat rumahnya, “ayah mau lihat daftar yang ibu gurumu berikan”kata ayah “ok” kata Frogkenyong (isi daftar: plastik sampah, sajadah, makanan ringan, dan perlengkapan makan) Frogkenyong dan ayahnya pergi membeli semua yang ada di daftar. 20 Menit kemudian Frogkenyong selesai membeli semua yang diperlukannya untuk kemping.

Setelah beberapa lama, hari yang ditentukan sudah tiba, sebelum berangkat kemping Frogkenyong pamit pada ayahnya, “ayah aku berangkat ya, Assalamualaikum” “Wa’alaikumussalam, ayah pesan kepadamu jangan pisah dari rombongan, dan jangan cabut bunga sembarangan ya” pesan ayah “ok” jawab Frogkenyong.

Sampai di hutan Frogkenyong lupa akan pesan ayahnya, ia berpisah dengan rombongan, “Hei teman teman lihat ini, dimana mereka, a..aku tersesat” Frogkenyong mencari teman temannya tapi tidak ketemu juga. Frogkenyong menangis di tengah hutan Tiba tiba, “hihihihihi Frogkenyonng..Frogkenyong” “aaaa…. tolong tolong” tidak ada yang mendengar teriakan Frogkenyong “hihihihihi” lama-lama suara itu tambah mendekat, Frogkenyong berlari sampai-sampai ia terpeleset dan pingsan.

“1,2,3,4,5,6,7,8 hah kok cuma 8, mana Frogkenyong, anak anak ada yang lihat Frogkenyong” Tanya ibu guru kaget “tidak” “ya allah dimana Frogkenyong, bantu ibu guru mencari Frogkenyong” “baik” kata murid-murid. “hah, bu guru itu Frogkenyong, ia pingsan” kata teman Frogkenyong “Ayo kita bawa ke tempat kemah!”

“Dimana aku?” tanya Frogkenyong kepada dirinya sendiri, “kamu di tempat kemping” kata bu guru. “bu guru maafkan aku karena sudah berpisah dari rombongan, aku menyesal sekali” kata Frogkenyong. “tidak apa-apa, tapi jangan diulangi lagi ya!” “baik” kata Frogkenyong.

By : Kyra Singgih Palupi

 

 

Pada suatuhari ada kecoa raksasa yang tingginya setinggi awan ,,,, lebar nya se pulau sumatra. Kecoak itu berasal dari luar angkasa. Karena di luar ankasa tidak ada nafas jadi kecoak itu pergi ke bumi. Tapi menhancurkan kota Jakarta dan di desa juga hujan menjadi hujan ikan. Karena kocoak itu berenang di laut, ikan-ikan pada terbang ke atas desa, dan turun ke malaysia.

Dan orang indonesia melawannya dengan alat tajam. lalu kecoak itu pergi ke Matahari dan terbakar menjadi abu.

 

Suatu hari di desa pegunungan ada seorang penebang pohon yang bernama Tuda. Dia suka menebang pohon, dia juga tidak suka menyirami pohon setelah dia menebang pohon, ia pun tak mau menanaminya lagi. Pada siang hari itu Tuda pergi berkerja. Saat Tuda berjalan, ia merasa haus, lalu Tuda mau beli minum. Namun tuda tak membawa uang. Lalu Tuda berlari ke rumah mau minum

Pesan dari cerita: Ingat kita harus merawat tumbuhan agar bumi tidak panas.

 

 

Karya :Kyra singgih palupi

 

Suatu hari di desa pegunungan ada seorang penebang pohon yang bernama Tuda. Dia suka menebang pohon, dia juga tidak suka menyirami pohon setelah dia menebang pohon, ia pun tak mau menanaminya lagi. Pada siang hari itu Tuda pergi berkerja. Saat Tuda berjalan, ia merasa haus, lalu Tuda mau beli minum. Namun tuda tak membawa uang. Lalu Tuda berlari ke rumah mau minum.

 

Pesan dari cerita: Ingat kita harus merawat tumbuhan agar bumi tidak panas .

 

                    Karya :Kyra singgih palupi